loss of memory
Anne dan patty pun akhirnya bisa menginap bersama, mereka mengobrol dengan sangat akrab “patty, kenapa ya kita tak boleh pergi ke asrama lelaki?” Tanya anne, “setahuku, karena sekolah tak ingin ada sesuatu yang tak diinginkan,” “oh ya, bukankah kita punya pr menghafal pidato yunani ya?” Tanya anne, “besok kan libur, bagaimana kalau kita menghafal besok?” ajak patty “baiklah” jawab anne,
Esoknya anne dan patty sama-sama menghafal pidato di taman Harvard “anne, maaf aku ingin ke kamar kecil” Tanya patty, “pergilah” jawab anne, “haah, lebih baik aku berjalan-jalan dulu sebentar” saatberjalan-jalan anne menghisap bau asap dari arah rumput yang kemarin dia datangi, anne pun segera berlaridan melihat apa yang terjadi, dan ternyata Dylan sedang merokok anne pun terkejut “Dylan, apa yang kau lakukan kamu merokok, kau tahu disini tak boleh merokok!” teriak anne, “kenapa? Kamu ngiri ya karena belum mencobanya, mau sebatang?” Tanya Dylan, “jangan sembarangan kau dasar berandalan!” teriaknya, “ahaahahah dasar kau”tawanya, lalu dating seorang wanita yang menghampiri mereka “Dylan, kamu kemana saja aku mencarimu?” Tanya wanita itu, “laura, jangan khawatir aku disini” jawab Dylan, laura pun menengok kearah anne dan sangat terkejut melihatnya “a…dylan, a..aku mau kekamar mandi dulu ya?” jawab laura terbata-bata.
Dalam kamar mandi laura sangat berkeringat penuh dengan kekhawatiran “apa dia putrid anne dari kerajaan inggris? Bagaimana kalau dia tau kalau Dylan itu sebenarnya pangeran Anthony? Padahal aku sudah merubah penampilan pangeran Anthony supaya tidak dicurigai, aku gamau melepaskannya, pada siapapun” benaknya.
Dimalam hari Dylan berlari menuju kandang kuda dan menaiki kuda dengan perasaan kesal, “hah, mengapa? Memangnya kenapa kalau ibuku seorang pembantu? Dia itu tidak seperti ibuku yang memperlakukanku seperti sampah!” teriaknya sambil memecut kudanya supaya berlari cepat sambilmenahan air matanya, pada saat itu pula anne tidak bisa tidur sama sekali dan terdiam dikursi taman Harvard, tiba-tiba dia mendengar suara kuda yang sangat kesakitan kukunya persis seperti yang didengarnya saat ditelepon bersama anthoni dia pun berlari kearah suara kuda itu dan melihat ada yang menaikinya dalam penglihatannya lelaki yang menaiki kuda itu adalah Anthony “ANTHONY, JANGAN NAIKI KUDA ITU, ANTHONY !!!“ tiba – tiba anne tersandung batu dan terjatuh pingsan, Dylan yang sebenarnya menaiki kuda itu pun berhenti dan melihat anne terjatuh “ANNE” teriak Dylan, Dylan pun membawa anne ke rumah sakit Harvard “Dylan, kamu tunggu disini , saya akan memanggil dokter” Tanya seorang suster,”Anthony, jangan naiki kuda itu” teriak anne mengigau, “Anthony? Tadi dia mengatakan seperti itu juga,” Tanya Dylan, tiba-tiba Dylan merasakan sakit kepala dan mendengar suara bayang-bayang yang memanggilnya Anthony, Dylan pun segera pergi dari rumah sakit, dokterpun memeriksa keadaan anne sehingga anne siuman “dokter, kenapa aku ada disini?” Tanya anne, “putri tersandung batu sehingga terjatuh, Dylan yang membawa anda, oh ya, dalam 3 hari ini anda harus diam dikamar jangan masuk kelas dahulu” jawab dokter “Dylan ?” Tanya anne, dokter pun mengangguk dan mengantarkan anne ke kekamarnya dengan perban didahi, saat dikamarnya anne pergi keteras kamarnya dan melihat asrama lelaki dan hanya ada satu yang masih menyala anne pun menyipitkan matanya dan melihat ada Dylan yang sedang berdiri diteras kamarnya “walau bagaimanapun jika dari jauh dia terlihat seperti anthoni. Dylan yang sedang berdiri teras “ahh, kepalaku sangat pusing, kenapa saat anne memanggil nama Anthony, aku menjadi memalingkan badan” benaknya Dylan pun mengeluarkan kalung yang disembunyikan dalam badannya bergambar Harvard dan dibelakangnya ada tanda tangan anne “siapa yang memberikan aku kalung ini, hanya ini satu-satunya barang yang ada digenggamanku sejak kejadian itu”
3 hari kemudian anne masuk kelas kembali dan mengikuti pelajaran, saat istirahat anne mencari Dylan untuk mengucapkan terima kasih dan akhirnya dia menemukan Dylan dibukit rumput anne pun mendekati Dylan yang sedang berbalik “Dylan?” Tanya anne, Dylan pun berbalik “ada apa?” Tanya Dylan “aku hanya ingin berterima kasih atas kejadian kemarin ksrena kamu telah membawaku ke rumah sakit?” jawab anne, “sudahlah taka pa, oh ya siapa anthoni itu? Aku mendengarnya saat kau tejatuh?” Tanya Dylan, anne pun kaget dengan ucapan Dylan yang tidak tahu anthoni “apakah kau tidak tahu? Anthoni itu pangeran inggris dan sekaligus dia itu suamiku, tapi 1 stengah bulan yang lalu dia kecelakaan masuk kedalam jurang dan entah sampai sekarang belum diketahui nasibnya” jawab anne menunduk, “oh begitu ya? Sorry aku tidak tahu karena aku baru saja lahir sebulan yang lalu” jawab Dylan , “lahir sebulan yang lalu?” “iya, karena aku baru lahir satu bulan lalu, aku mengalami hilang ingatan karena kecelakaan mobil disaat akan menjemput laura dari amerika” jelas Dylan “menjemput? Memang laura itu siapa kamu? Pacar?” Tanya anne, “ahh tidak, dia itu anak majikan ibuku, ibuku adalah kepala pembantu di keluarganya, dan aku menjadi penjaganya sampai sekarang” “tapi kelihatannya laura menyukaimu?” jawab anne, “ahahaha, aku tidak terlalu menanggapi, karena sudah ada wanita yang aku sukai” senyum Dylan, “siapa dia? Apakah aku boleh tau?” Tanya anne, “emmm,nanti aku akan beri tahu” jawab Dylan.
Hubungan anne dan Dylan semakin dekat dan sering berjalan berdua sehingga membuat laura marah, disaat malam hari saat anne sedang tertidur pulas tiba-tiba ada yang mengetukpintu dengan keras, anne pun terbangun dan membukakan pintu dan saat dibuka, ternyata Dylan yang berlumuran darah dan terluka parah “Dylan? Apa yang terjadi padamu?” Tanya anne kaget, “ahhh sakit sekali” jawab Dylan, “ayo cepat masuk supaya tidak ketahuan penjaga” ajak anne, Dylan pun dibaringkan diranjang “apa yang kau lakukan sampai terluka seperti ini? Banyak goresan pisau dalam tubuhmu, aku akanpanggilkan dokter” Tanya anne, “JANGAN! Aku habis keluar dari asrama dan mampir disebuah bar dan meminum dan berkelahi disana, jika kamu membawakan dokter, aku akan dikeluarkan” jawab Dylan, ane pun kesal “maka dari itu kenapa kamu malah keluar dari asrama ? lalu siapa yang membawamu kesini?” Tanya anne, “, kamarmu itu satu-satunya kamar yang terpisah dari asrama lainnya dan tidak melalui penjagaan, ahhh sudah lah aku kesakitan,” jawab Dylan, anne pun membawakan kotak kesehatan dan merawat Dylan, saat sudah pukul 3 pagi Dylan terbangun dan melihat anne yang tertidur dikursi, Dylan pun memindahkan anne keranjang dan pergi melalui jendela.
Pukul 6 pagi anne terbangun dan melihat dirinya berada diranjang dan Dylan sudah tidak ada “huh, gatau rasa terima kasih, main pergi begitu saja”. Dalam kelas Dylan tidak masuk dalam pelajaran dan membuat anne khawatir “anne, ada apa?” Tanya patty, “ahh, tak ada apa-apa” senyum anne, “oh ya, seminggu lagi kan valentine, sekolah ini punya tradisi untuk membuat pesta” “ahh, aku tidak suka pesta” keluh anne, “eit, bukan itu saja, uniknya semua orang memakai topeng dan kepala sekolah menamainya pesta topeng di hari valentine, bagaimana saat hari minggu nanti kita membeli baju dan topeng untuk valentine” ajak patty, “emm boleh saja” jawab anne,
“William, kamu sudah kembali, bagaimana dengan syutingmu?” Tanya anne saat anne,William, patty, dan steven sedang berkumpul bersama “melelahkan, padahal aku ingin serius belajar,ehh manajerku bilang ini sangat menguntungkan” keluh William , “tapi, apaibu kepala sekolah tidak marah? Bukannya sekolahini seperti penjara yang tidak sembarangan murid bisa keluar masuk begitu saja?” Tanya steven, “entahlah, itu urusan menajerku” jawab William, anne pun sekilas melihat Dylan berjalan menuju bukit rumput “aaa, aku kesana dulu sebentar ya?” “hati-hati ya?” jawab William, anne pun menghampiri William dan mengagetkannya dari belakang “hei, sudah sembuh dari lukamu?” Tanya anne, ”begitulah” jawab Dylan, “oh ya, apa kamu mau ikut dipesta topeng nanti?” Tanya anne, “pasti, oh ya, saat pesta topeng nanti meskipun kamu memakai topeng pasti aku akan menemukanmu” senyum Dylan, “ahaha, bagaimana bisa, mataku? Tidak,aku tak akan memakai mata ini untuk pesta, aku akan memakai lensa” ejek anne, “coba kemarikan tanganmu” ajak Dylan, Dylan pun memegang tangan anne dan beberapa detik kemudian dia melepaskannya “ada apa?” Tanya anne, “ahh,tidak apa, sekarang aku yakin aku bisa menemukanmu” jawab Dylan tertawa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar