dont leave me
Kelulusan pun sudah tiba sorak gemorai dirasakan sekolah terkenal di inggris itu, anthoni dan anne tidak segera masuk ke Harvard karena 3 hari lagi anthoni akan bertugas dicina selama 5 hari sedangkan William sudah masuk terlebih dahulu masuk ke Harvard, dan selena masuk YALE UNIRVESITY jurusan drama.
3 hari pun sudah tiba anthoni yang sudah bersiap pergi ke china berpamitan pada anne , “kamu memakaikalung itu?” Tanya anne,”selalu” jawab anthoni “hati-hati ya?”. Saat Anthony berangkat anne merasakan hal yang aneh “kenapa dengan aku, kenapa perasaanku gak enak seperti ini?” benak anne.
2 hari kemudian Anthony menelpon anne, “hallo anne, bagaimana kabarmu?” Tanya anthoni, “baik-baik saja, apa kamu juga baik? Jaga keshatan ya? Sekarang kamu menuju kemana?” Tanya anne cemas, “anne, jangan cemas aku baik-baik saja” tiba-tiba ada seekor kuda mengamuk dan menghalangi mobil yang ditumpangi Anthony , dalam handphonenya anne mendengar suara kuda yang kesakitan dan suara mobil, mobil yang ditumpangi Anthony jatuh kedalam jurang yang ditakuti oleh warga sana dan suara handphone pun terputus, anne sangat cemas dan hampir menangis, dia pun menghampiri ratu tapi langkah terhenti saat mr hunster mendatangi ratu “yang mulia, saya sangat menyesal mengatakan ini tapi …” suaranya terputus-putus karena ragu-ragu, ratu pun tersenyum “ada apa, katakanlah dengan jelas”, “saat di cina mobil yang ditumpangi pangeran mengalami kecelakaan dan masuk kedalam jurang” jawab mr hunster dengan ragu. ratu benar-benar kaget begitu pula dengan anne yang sedang dibelakang pintu, “la…lu bagaimana keadaaannya?” Tanya ratu terbata-bata menahan tangis “sampai saat ini, masih belum ditemukan karena kurang itu sangat dalam” jawab mr hunster, ratu pun menangis dan anne yang sedang dibelakang pintu pun pingsan dan membuat para pelayan berteriak “yang mulia” teriak pelayan, mr hunster pun menghampiri para pelayan dan melihat anne pingsan, anne pun segera dibawa kekamarnya, ratu pun mengurung diri karena sangat terpukul.
Dalam mimpinya anne bertemu dengan anthoni memakai pakaian putih, anne pun senag melihat anthoni “anthoni, kamu tidak apa-apa kan? Sudah kutebak kalau mr hunster itu bohong, ayo kita temui ibu, diasangat terpukul?” ajak anne, tapi anthoni berdiam diri “anne, aku harus pergi, sekarang kamu harus gantikan aku” jawab anthoni dan hilang begitu saja,anne pun berteriak dan bangun “ANTHONY” para pelayan pun menghampiri anne “ada apa, yang mulia?” Tanya para pelayan, anne pun menunduk dan menangis kembali “ANTHONI, JANGAN TINGGALKAN AKU, BUKANKAH KITA BERJANJI UNTUK MASUK KE HARVARD” teriak anne. Bahkan para warga inggris pun ikut sedih mendengar kabar itu.
Sudah satu bulan sejak kejadian itu, anthoni masih belum ditemukan, anne pun masih dalam kamar dan tidak mau makan sedikit pun, ratu yang sedih melihatnya menghampiri anne “putri anne, makanlah walaupun sedikit, jagalah kesehatanmu, kamu begitu pucat” sapa ratu dengan tatapan sedih “ibunda, apakah anthoni sudah makan, apakah dia kedinginan didalam jurang sana? Aku tidak mau makan kalau anthoni tidak makan” Tanya anne menundukan kepala dan dengan cara bicara yang lemas, mr hunster dan para pelayan disana sedih mendengar perkataan anne, “anne, kamu harus bangkit, walau bagaimana pun sekarang kamu menjadi penerus ibu, dan pengganti anthoni” jawab ratu, anne pun teringat kembali perkataan anthoni dalam mimpinya bahwa dirinya harus menjadi pengganti anthoni, anne pun bangkit dari ranjangnya “ibunda, aku akan menjadi pengganti anthoni, aku akan menjadi ratu di inggis oleh karena itubesok aku akan ke amerika untuk masuk unirvesitas hanvard jurusan government karena itu cita-cita anthoni” senyum anne, “tapi kamu masih sakit anne, ” cemas ratu, “aku tidak apa-apa ibu, oh ya mr hunster daftarkan aku ke Harvard, dan satu lagi, aku akan menaiki kapal laut” jawab anne, “putrid anne, kenapa kamu tidak memilih university of cambride? Bukankah dekat dengan kerajaan kita dan unirvesitas itu no 1 didunia?”Tanya ratu, “ aku hanya ingin mengabulkan mimpi anthoni yang akan masuk Harvard ibunda” jawab anne.
Anne pun bergegas memberesi bajunya “anthoni, aku akan menggantikanmu, aku siap menjadi ratu” benak anne.
Esok pun sudah tiba, anne berpamitan pada ratu “ibunda, aku akan berangkat” ratu pun sedih dan mengeluarkan air mata “anne, ibu sangat kesepian anthoni sudah meninggali ibu, dan kini kamu satu-satunya anakku” jawab ratu, anne pun tersenyum “ibu, aku tidak akan lama koq, aku berangkat dulu ibunda” “mr hunster, jaga dia sampai tujuan ya?” Tanya ratu “baik yang mulia”
Dalam kapal pesiar anne menghadiri ulang tahun seorang bangsawan prancis dan anne adalah tamu terpenting dalam undangan itu “halo, selamat ulang tahun” sapa anne, bangsawan prancis pun tersenyum “terima kasih putri anne, saya turut prihatin dengan apa yang menimpa pangeran anthoni” jawab, anne pun tersenyum. Anne pun menghampiri mr hunster “mr hunster aku akan pergi kekamar, karena aku tidak sukda dengan pesta”, mr hunster pun tersenyum. Tapi anne tidak pergi kekamar, dia pergi keluar dan melihat pemandangan laut “waah kabutnya tebal sekali” anne pun melihat laut yang tak terlihat jelas, saat ia menengok kearah samping ada seorang lelaki berada tidak jauh darinya “anthoni!” benaknya karena wajahnya mirip, untuk memastikannya anne pun mendekatinya dari arah belakang “ahhh, bukan anthoni rambutnya pirang dan panjanf sedangkan anthoni berambut cokelat pendek” benak anne, anne sangat terkejut karena lelaki itu sedang menangis “hei, siapa disana” teriak lelaki itu, “aa, maafkan aku, aku terkejut karena kamu sedang menangis” keluh anne, lelaki itu pun menyangkalnya “menangis, hahaha kau lucu sekali masa aku menangis, ahhaha tadi kau salah liat kali, asal bicara saja!” anne pun kesal dengan kelakuan pria itu, “di aula ada pesta, masa malah jalan-jalan kesini” Tanya si pria itu, “aku tak suka pesta” jawab anne, “lho sepertinya aku pernah melihatmu? Oh ya, kau putri anne dari kerajaan inggris ya, ?maaf, aku tak akan menghormatimu seperti yang lain, aku tak takut padamu” “apakah aku menyuruhmu menghormatiku? Sama sekali tidak!” jawab anne, pria itu menghela nafas “ya.., itu merupakan suatu kebanggan” “yaa, mungkin saja” “ahh, aku pergi dulu ya” jawab pria itu, anne pun kembali ke aula dan menghampiri mr hunster, ia melihat pria itu sedang mengambil minuman, “mr hunster, siapa dia?” Tanya anne dan menunjuk kearah pria itu, “entahlah, perlu saya cari tahu putrid ?” jawab mr hunster, “tidak, hanya saja dia mirip anthoni, hanya saja rambut dan matanya saja yang beda” jawab anne, mr hunster hanya diam. Anne pun melihat dia membawa minuman kearah wanita sipit berambut hitam dan wanita itu pun memanggilnya “dylan”, “ohh, namanya dylan, mungkin wanita itu kekasihnya” benak anne.
Saat dikamarnya anne memegang foto anthoni, “meskipun mirip, tapi dia bukan anthoni” benaknya sedih, mr hunster yang sedang sendiri di dek atas terlihat sedih “kelemahan anne, aku ingin menjawab pertanyaan oleh matanya yang polo situ, sebaiknya diamerika dia melupakan anthoni” jawbnya, sekejap mr hunster mengingat kemesraan anne dan anthoni dulu dan mengeluarkan air mata “apakah ia sudah meninggal? Tak ada yang tahu” benaknya.
Tiba dipelabuhan William dan 2 orang temannya menjemput anne, anne pun memeluk William, “William aku sangat merindukanmu” sapa anne, “aku juga, anne, aku turut sedih yang menimpa anthoni” jawab William, anne pun tersenyum “tak apa” “anne, perkenalkan ini steven brown dan ini patty brian mereka temanku” sapa William, “oh, hi perkenalkan aku anne” sapa anne, kedua orang itu pun menundukan kepalanya “senang bertemu denganmu putri anne” jawab patty, “ahh, jangan begitu, aku ingin kalian memperlakukanku seperti wanita biasa saja, bisa kan ?” Tanya anne tersenyum, patty dan steven pun tersenyum, “putri, ayo kita segera pergi” ajak mr hunster.
Tiba di Harvard kepala sekolah disana ingin bertemu dengan anne “selamat datng di unirvesitas Harvard putri anne, kamarmu ada di no 1 yang paling istimewa disini” sapa kepala sekolah, “terima kasih,” jawab anne
Patty mengajak anne menuju kamarnya sambil mengobrol “kamar no 1 itu selalu ditempati oleh keluarga kerajaan dan paling istimewa, senang sekali ya?” sapa patty, anne pun tersenyum “oh ya, kalau begitu kapan-kapan kamu menginap di kamarku, bisa kan ?” ajak anne, “benarkah, terima kasih, kau memang baik” jawab patty tersenyum malu, “sudah lama aku tidak mendapat teman, karena statusku menjadi putrid, maka dari itu aku akan memperlakukan kamu sebaik mungkin” jawab anne. Saat tiba di kamar anne patty pun meninggalkan anne dikamar, annepun membereskan barang-barangnya dan dia menjatuhkan kalung Harvard yang ditandatangani oleh Anthony “Anthony, kini aku sudah menempati yang seharusnya kamu tempati saat ini” benak anne
Esoknya guru memperkenalkan anne pada teman sekelasnya, para murid serontak tertuju pada anne, dalam pikiran anne pasti mereka membicarakan Anthony juga, saat istirahat anne berjalan berkeliling unirvesitas dan menemukan sebuah taman rumput yang nyaman anne pun berbaring di rumput hijau itu, “apakah di kerajaan inggris diajarkan untuk berbaring dirumput?” sapa seorang lelaki yang tiba-tiba berada di atas kepalanya, anne pun terkejut dan melihat pria itu Dylan “apaan sih, kamu menggangguku” jawab anne, Dylan pun tersenyum dingin dan anne kaet melihat mimiknya seperti Anthony dan dia pun menangis dan berlari, “HEY, ada apa? Tunggu” jawab Dylan. Anne pun berlari sekencang-kencangnya sambil menangis “kenapa mimic dia seperti itu sih, aku harus jangan dekat-dekat dengan dia lagi, jika aku melihatnya terus, pasti aku akan terus teringat dengan anthoni” benaknya, tiba-tiba ada yang memegang tangannya sehingga anne berhenti “anne, kamu kenapa?” Tanya William “aku ga papa” jawab anne menghapus air matanya, William pun tersenyum “pasti sulit kan menghapus wajah anthoni dari wajah Dylan” anne pun terkeut mendengar pertanyaan William “aku tak tahu, sulit sekali bagiku melupakannya” jawabnya, “oh ya, kenapa kamu mengambil jurusan government? Bukankah kamu tak berminat tentang pemerintahan?” Tanya William, “aku hanya ingin menggantikan Anthony sampai anthoni ditemukan” jawab anne, “tapi anne, peluangnya sangat kecil kalau Anthony bisa ditemukan” “aku tahu, tapi tak ada salahnya kan aku berharap lagipula patty pun masuk kelas pemerintahan sama denganku,” “anne, apa kau tak sadar kalau dylansatu kelas denganmu? Dia masuk jurusan yang sama denganmu?” sambung William, bell pun berdering dan anne masuk kedalam kelasnya dan ternyata memang ada Dylan disana, saat dalam pelajaran Dylan terus memperhatikan anne “kenapa dia tadi menangis? Apa ada yang salah?” benaknya, anne pun menyadari Dylan sedangmemperhatikannya dan menutup wajahnya memakai buku dan membuat Dylan menyerengai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar